dan serapih apapun kita menata isi kepala, kemudian berusaha menyampaikannya secara sistematis --- selama apapun itu kita usahakan, maka akan berantakan begitu saja jika emosi di ikut sertakan. gak tau benar atau salah, yang jelas itu yang sedang saya rasakan saat ini.
kemudian muncul pertanyaan, apa yang membuat saya begitu emosi hingga membuat semua jadi gak terarah?
aku lupa kapan tepatnya menulis catatan itu, yang jelas itu ada di daftar entri yang belum ku terbitkan. dan sekarang, secara tidak sengaja ku buka saat aku memikirkan hal yang sama. ya, mirip sekali. perasaan berantakan karna tidak ketemunya hasil diskusi yang di sebabkan emosi. tentu perasaan ku tidak akan berantakan jika tidak berefek pada orang lain. yang mengkhawatirkan adalah ketidaknyamanan orang lain atas pendapat ku. tapi ku pikir aku mengerti betul yang ku bicarakan. cuma penyampaian aja yang salah hingga sulit di terima.
jadi aku memang harus minta maaf.
yang sedikit menarik adalah: aku ingat betul, di draft yang belum ku terbitkan di atas, aku sedang terpengaruh oleh interaksi dengan orang yang sama dengan yang mempengaruhiku saat ini. memang lupa kapan tepatnya interaksi yang lalu itu, tapi jelas dengan orang yang sama.
dan jadinya, ku pikir interaksi dengan orang ini memang membawa pengaruh yang lumayan di fikiranku pada saat2 ini. dan aku masih juga belum yakin ini adalah hal baik atau sebaliknya.
harus segera di pastikan karna dia seorang perempuan. dan aku belum siap bersama perempuan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar